Showing posts with label Information System. Show all posts
Showing posts with label Information System. Show all posts

Pengertian Unified Modeling Language (UML)



Unified Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language
Unified Modeling Language (UML) digunakan untuk melakukan pemodelan sistem/perangkat lunak dengan menggunakan tools yang ada. Dengan pemodelan menggunakan UML, rekayasa dan pengembangan perangkat dapat dilakukan dengan fokus pengembangan dan desain perangkat lunak terhadap:
1. Tinjauan umum bagaimana arsitektur sistem secara keseluruhan
2.  Penelaah bagaimana objek-objek dalam sistem saling mengirimkan pesan (message) dan saling bekerjasama satu sama lain
3.  Menguji apakah sistem/perangkat lunak sudah berfungsi seperti yang seharusnya
4. Dokumentasi sistem/perangkat lunak untuk keperluan-keperluan tertentu di masa yang akan datang

Definisi Manajemen Strategis


Pencapaian tujuan organisasi diperlukan alat yang berperan sebagai akselerator dan dinamisator sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Sejalan dengan hal tersebut, strategi diyakini sebagai alat untuk mencapai tujuan. Dalam perkembangannya konsep mengenai strategi mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal tersebut antara lain ditandai dengan berbagai definisi dari para ahli yang merujuk pada strategi (Rangkuti, 1997).


Manajemen strategis merupakan rangkaian dua perkataan dari kata “manajemen dan strategi” yang masing-masing memiliki satu terminologi berubah dengan memiliki pengertian tersendiri pula. Menurut Holt (Winardi, 2000) Manajemen Strategis adalah sebagai berikut:

Management is the process of planning, organizing, leading, and controling that encompasses human, material, financial and information resourcess is an organizational envirounment.

Informatika Kedokteran dan Kesehatan


Menurut Edward H. Shortliffe, Informatika kedokteran adalah disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Secara terapan, aplikasi informatika kedokteran meliputi rekam medis elektronik, sistem pendukung keputusan medis, sistem penarikan informasi kedokteran, hingga pemanfaatan internet dan intranet untuk sektor kesehatan, termasuk pengembangan sistem informasi klinis.

Tentang IT Strategic Planning dan Kaitannya Dengan E-Government

IT Strategic Planning dan E-Government

E-Government dapat didefinisikan sebagai penggunaan informasi dan teknologi komunikasi untuk menyediakan dan meningkatkan layanan pemerintah dengan memungkinkan transaksi elektronik dan interaksi antara warga negara, bisnis, dan lembaga lain dari pemerintah. Pada postingan sebelumnya saya juga sudah membahas sebuah pengantar mengenai E-Government dan dapat dilihat di sini
Inpres 3/2003 tentang Kebijakan Dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, telah mengamanatkan, diantaranya kepada setiap Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangannya masing-masing guna terlaksananya pengembangan e-Government secara nasional.

E-Democracy dan E-Voting – Sebuah paradigma perluasan E-Election


E-Government berfokus pada aspek yang berhubungan dengan kerjasama antara sektor publik dan warga negara, dan di antara warga negara, serta dukungan untuk kerjasama dengan informasi modern dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Secara garis besar, hal itu juga berlaku untuk E-Democracy. Pada dasarnya, warga perlu dapat mengakses informasi dan untuk membahas masalah politik, dan untuk memilih secara elektronik. Lalu apa yang membedakan E-Government dengan  E-Democracy? Secara garis besar, yang membedakan E-Government dengan  E-Democracy dapat dilihat pada tabel 1.

E-Election Kajian Teoritis Untuk Pemilu Indonesia

E-Election

Pemilihan di Indonesia sampai saat sekarang ini masih dilakukan dalam sistem konvensional. Jika dilihat dari sistem konvensional, banyak faktor yang sebenarnya menghambat proses pemilihan dalam kaitannya dengan proses untuk mengumpulkan suara jika dibandingkan dengan perkembangan teknologi yang ada. Keuntungan teknologi salah satunya adalah dalam hal proses pengkoleksian suara pemilih yang bisa dilakukan secara digital untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless) dan kesalahan dalam pengumpulan data untuk populasi yang terintegrasi, sehingga meminimalkan terjadinya pemilih ganda yang dapat mengakibatkan perolehan suara yang tidak adil. Pengumpulan data secara digital juga dapat membantu petugas dalam hal pengumpulan dan penghitungan suara dalam proses pengumpulan data (Liburd, 2004).

Sekilas Mengenai E-Government

E-Government

E-Government dapat dikategorikan sebagai sebuah fasilitas internal dan eksternal. Secara internal yaitu menghubungkan antara Pemerintah dengan Pemerintah atau Government to Government (G2G), Pemerintah dengan karyawan atau Government to Employee (G2E). Secara eksternal yaitu, menghubungkan Pemerintah dengan Bisnis atau Government to Business (G2B) dan pemerintah dengan warga negara atau Government to Community (G2C). Fasilitas internal dan eksternal yang disebutkan sebelumnya, yang dijalankan secara elektronik disebut juga sebagai E-governance yang dapat didefinisikan sebagai layanan pemerintah dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) oleh warga negara yang dapat diberd ayakan dengan akses yang lebih besar untuk pelayanan dan sarana yang lebih fleksibel dan efektif serta berpartisipasi di dalam pemerintahan dan meningkatkan interaksi pemerintah dengan warga masyarakat (Iqbal and Seo, 2008) Secara garis besar, hubungan proses E-Governance dapat di lihat pada gambar.

KAJIAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING dalam PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DALAM TUJUAN SISTEM INFORMASI ENTERPRISE

Kali ini saya akan coba untuk membahas topik tentang PEMANFAATAN ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNINGUNTUK PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI dimana artikel ini saya sadur dari tulisan pak Kridanto Surendro yang menerbitkan artikel prosiding dari Pusat Penelitian Universitas Petra. Artikel/Prosiding ini membahas mengenai Pembangunan strategi untuk pemenuhan misi sistem informasi yang dimulai dari perencanaan yang mengidentifikasi kebutuhan informasi dan kemungkinan inovasi pemanfaatan teknologi untuk peningkatan kinerja  enterprise.  Artikel ini membahas tentang Kerangka Kerja Arsitektur Enterprise dengan menggunakan Zachman Framework, dengan METODOLOGI ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING. Pada artikel yang ditulis oleh pak Kridanto Surendro ini, EAP yang beliau jelaskan mencoba mengangkat sebuah Pemodelan Bisnis dengan Analisis Rantai Nilai atau Value Chain.

Artikel Just In Time (J-I-T) MANUFACTURING

Dell’s Supply Chain

Dell’s supply chain works as follows. After a customer places an order, either by phone or through the Internet on www.dell.com, Dell processes the order through financial evaluation (credit checking) and configuration evaluations (checking the feasibility of a specific technical configuration), which takes two to three days, after which it sends the order to one of its manufacturing plants in Austin, Texas. These plants can build, test, and package the product in about eight hours. The general rule for production is first in, first out, and Dell typically plans to ship all orders no later than five days after receipt. There are, however, some exceptions. For example, Dell may manipulate the schedule when there is a need to replace defective units or when facing large customers with specific service-level agreements (who have nonstandard quoted manufacturing lead times) for their orders.